Karya ilmiah

KARYA TULIS TINJAUAN STUDY WISATA
KE YOGYAKARTA

Oleh :

1. Alvia Dewi Sinta ( 04 XI MIPA 5 )
2. Dickta Annafi Kusnul Rohadi ( 15 XI MIPA 5 )
3. Eli kuswandani ( 17 XI MIPA 5 )
4. Nida Afifah Zain ( 29 XI MIPA 5 )
5. Putra Bakti Satriamas ( 31 XI MIPA 5 )
6. Tsani’ah Hasan Pratiwi ( 34 XI MIPA 5 )

SMA N 1 KARANGDOWO
2019

PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN

Karya tulis ini telah di setujui dan disahkan pada :

Hari/tanggal :

Tempat :

Guru Pembimbing Wali Kelas

UNTUNG AGUS .P., S,S. M.Pd. Drs. SADIMAN, M.Pd.
NIP. 197308152005011005 NIP. 196503121995121005

Mengetahui
Kepala Sekolah

PURWANTI, S.Pd. M.Pd.
NIP. 19620106 198412 2 003

MOTTO

1. Buku adalah jendela dunia.
2. Guru terbaik adalah belajar dari pengalaman.
3. Sebaik baik manusia adalah berguna bagi orang lain.
4. Usaha tidak akan mengkhianati hasil.
5. Musuh paling menakutkan adalah menahan nafsu.
6. Menakhlukan rasa takut adalah awal dari kebijaksanaan.
7. Lakukan sesuatu yang biasa dengan cara yang luar biasa.
8. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin.
9. Yang muda yang berkarya.
10. Jangan takut bertanya jika tidak mau tersesat di jalan.

PERSEMBAHAN

Atas berkat rahmat Allah Swt. Yang maha pengasih lagi maha penyayang. Kami bersyukur telah dapat menyelesaikan karya tulis ini.
Karya tulis ini kami persembahkan kepada :
1. Kepada Allah Swt. Yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesakan tugas ini dengan baik
2. Kepada kedua orang tua kami. Yang telah menafkahi kami hingga sekarang dan bisa menjalankan tugas kami sebagai pelajar dengan baik, serta yag selalu mendoakan kami untuk menggapai cita cita yag kita inginkan.
3. Kepada bapak dan ibu guru yang telah membimbing kami untuk menyelesakan tugas ini dengan baik.
4. Kepada bapak dan ibu guru, yang telah memberi ilmu kepada kami dan selalu sabar ketika mengajari kami.
5. Kepada teman – teman saya, yang telah mendukung kami dalam pembuatan tugas ini.

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan pertolonganNya kami dapat menyelesaikan karya tulis ini. Meski banyak rintangan dan hambatan yag kami lalui dalam proses pengerjaannya, tetapi kami berhasil menyelesaikan tugas ini dengan baik.
Tak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada guru pembimbing yang telah membantu kami dalam pengerjaan tugas ini. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada teman – teman yang telah memberi support baik lagsung maupun tidak langsung dalam pembuatan karya tulis ini.
Harapan kami mengenai karya tulis ini adalah, semoga makalah ini dapat membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini hingga kedepannya dapat lebih bak lagi.
Makalah kami ini masih memiliki banyak kekurangan karena keterbatasan yang kami miliki, untuk itu kami harapkan kepada pembaca untuk memberikan masukan – masukan yang bersifat membagun dan memperbaiki kekurangan dari karya tulis ini.
Semoga karya tulis yang kami buat ini dapat bermanfaat dan berguna bagi masyarakat dan pembaca karya tulis ini.

DAFTAR ISI

PERSETUJUAN DANPENGESAHAN ii
MOTTO iii
PERSEMBAHAN iv
KATA PENGANTAR v
DAFTAR ISI vi
DAFTAR GAMBAR viii
BAB I 1
PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang Masalah 1
B. Tujuan Penulisan 1
C. Rumusan Masalah 2
D. Pembatasan Masalah 2
E. Manfaat Kunjungan 2
F. Metode Penelitian 3
G. Sistematika Karya Tulis 3
BAB II 4
ISI 4
A. OBYEK WISATA SERIBU BATU SONGGO LANGIT 4
B. MUSEUM GEOPARSIAL 6
C. MUSEUM SOEHARTO 9
D. JOGJA T-SHIRT 10
BAB III 13
PENUTUP 13
A. Kesimpulan 13
B. Saran dan Kritik 13
DAFTAR PUSTAKA 14

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Seribu Batu Songgo Langit 4
Gambar 2 Perjalanan menuju Bukit Songgo Langit 5
Gambar 3 Museum Geoparsial 6
Gambar 4 Pintu masuk Museum Geoparsial 7
Gambar 5 Foto bersama kelompok di Museum Geoparsial 8
Gambar 6 Foto bersama di Museum Soeharto 9
Gambar 7 Jogja T-shirt 10

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Daerah Istimewa Yogyakarta atau yang lebih dikenal dengan nama Jogja, merupakan kota yang terkenal dengan sejarah, pendidikan, dan juga terdapat banyak destinasi wisata yang menarik.
Yogyakarta merupakan pusat kerajaan Mataram, dan sampai saat ini masih terdapat Keraton yang masih berfungsi dalam arti yang sesungguhnya Jogja juga memiliki banyak candi yang berusia ribuan tahun yang merupakan peninggalan kerajaan besar zaman dahulu, salah satunya adalah Candi Borobudur yang dibangun pada abad 9 oleh dinasti Syailendra, sedangkan arsitek dari candi tersebut adalah Gunadharma.
Pegunungan, pantai – pantai, hamparan sawah yang hijau dan udara yang sejuk menghiasi Kota Yogyakarta. Masyarakat Jogja hidup dengan damai dan mempunyai keramahan yang khas.
Suasana seni yang begitu terasa di Jogja. Seribu Batu Songgo Langit merupakan tempat wisata yang menyuguhkan pemandangan yang masih asri berupa tanaman pinus dan dilengkapi dengan spot – spot foto yang menarik.
Tak heran bila kota Jogja sangat terkenal dan merupakan salah satu tujuan utama para wisatawan baik yang berasal dari mancanegara maupun wisatawan domestik, untuk berlibur dan menghabiskan sisa waktu istirahatnya di Jogja.

B. Tujuan Penulisan
 Tujuan Khusus
Tujuan penulisan laporan Karya Tulis ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat mengikuti ujian kenaikan kelas XI tahun 2018/2019.
 Tujuan Umum
Untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan yang tidak diajarkan disekolah seperti bagaimana terbentuknya gumuk pasir yang bisa kita pelajari di Museum Geoparsial dan di Museum Soeharto kita dapat mempelajari seluk beluk Presiden Soehartodari masa kecil beliau hingga beliau wafat. Untuk mengetahui berbagai destinasi wisata yang terdapat di Jogja seperti Seribu Batu Songgo Langit,Museum Geoparsial,maupun Museum Soeharto.

C. Rumusan Masalah

1. Bagaimana sejarah Kota Yogyakarta?
2. Mengapa Kota Yogyakarta sangat terkenal dimata regional maupun internasional?
3. Mengapa kota Yogyakarta disebut juga sebagai kota pendidikan?
4. Mengapa Kota Yogyakarta tetap mempertahankan nilai – nilai kebudayaannya?
5. Bagaimana cara untuk menjaga kota wisata ini agar tetap utuh?
6. Usaha apa saja yang dilakukan untuk tetap mempertahankan Kota Yogyakarta?

D. Pembatasan Masalah

Masalah – masalah yang dibahas dalam Karya Tulis ini, membahas tentang bagaimana cara menjaga keutuhan serta keasrian semua tempat pariwisata yang ada di Yogyakarta. Dan membahas tentang pengelolaan tempat – tempat wisata yang ditinjau dari sumber daya manusia dan sumber daya alam yang ada.

E. Manfaat Kunjungan
Manfaat dari kunjungan ke Yogyakarta, antara lain :
1. Menambah ilmu pengetahuan, wawasan umum dan luas.
2. Mengenal tempat – tempat yang berada di Jogja yang dipelihara dan indah di Indonesia.
3. Mengetahui asal usul dari tempat wisata di Jogja.
4. Mempererat keakraban dengan teman satu sekolah.
5. Kebersamaan yang sangat erat dan kerjasama antar kelompok.
Dengan demikian diselenggarakannya kunjungan ke Yogyakartan sangat bermanfaat.

F. Metode Penelitian

Untuk mendapatkan dan informasi yang diperlukan, penulis mempergunakan metode obsevasi atau teknik pengamatan langsung, dan teknik studi kepustakaan atau studi pustaka. Tidak hanya itu, kami juga mencari bahan dan sumber – sumber dari media social yang berjangkauan internasional yaitu internet.

G. Sistematika Karya Tulis

Pada karya tulis ini akan dijelaskan hasil penelitian yang dimulai dari bab pendahuluan. Bab ini meliputi latar belakang masalah, tujuan penulisan, rumusan masalah, pembatas masalah, metode penelitian, sampai bab yang terakhir yaitu sistematika penelitian. Dilanjutkan dengan bab kedua yang berisi penjelasan tentang objek wisata yang kami kunjungi, seperti Seribu Batu Songgo Langit, Museum Geoparsial dan Museum Soeharto.
Dan bab yang terakhir bab ketiga yang merupakan bab penutup dalam Karya Tulis ini. Pada bagian ini penulis menyimpulkan uraian yang sebelumnya sudah disampaikan dan memberi saran mengenai keindahan objek – objek wisata yang ada di Yogyakarta.

BAB II
ISI

A. OBYEK WISATA SERIBU BATU SONGGO LANGIT

Gambar 1 Seribu Batu Songgo Langit

Kami berangkat dari SMA N 1 KARANGDOWO pada pukul 07.00 WIB menuju ke kota Yogyakarta. Tujuan destinasi pertama yang kami kunjungi yaitu Seribu Batu Songgo Langit yang berada di Mangunan,Imogiri,Bantul,Yogyakarta. Kami tiba disana pukul 09.30 WIB.
Berkunjung ke kawasan Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta tak lengkap rasanya bila hanya mengunjungi hutan pinusnya saja. Disekitar hutan pinus ternyata masih banyak tempat wisata yang wajib dikunjungi, salah satunya adalah Seribu Batu Songgo Langit. Namanya terdengar asing, namun apabila disebut rumah Hobbit tentunya anda akan segera tahu tempat wisata ini. Seribu Batu Songgo Langit adalah lokasi dimana terdapat rumah Hobbit yang ada dikawasan Mangunan.
Nama Seribu Batu Songgo Langit memiliki makna tersendiri, Sebelum menjadi tempat wisata di lokasi ini terdapat ratusan bahkan ribuan batu dan pastinya hutan pinus. Songgo langit berarti penyangga langit, hal ini dikarenakan di Seribu Batu Songgo Langit terdapat bukit yang seakan – akan merupakan tiang dari langit. Seribu Batu Songgo Langit merupakan tempat wisata dikawasan Dlingo yang menawarkan berbagai macam atraksi wisata, namun kebanyakan adalah spot foto. Spot foto di Seribu Batu semuanya anti mainstream. Anda akan menemui beberapa spot foto dalam empat bagin ditempat wisata ini. Memasuki gerbang Seribu Batu Songgo Langit anda diharuskan untuk menuruni tangga yang terbuat dari kayu untuk mecapai spot pertama. Spot pertama ini menawarkan rumah dongeng seribu kayu. Spot ini berbentuk rumah kecil – kecil yang menyerupai rumah kurcaci dalam dongeng. Terdapat 7 buah rumah kurcaci yang ditata secara mengerucut sehingga akan menciptakan angle foto yang bagus.
Spot yang kedua yaitu rumah Hobbit. Rumah Hobbit disini hanya berjumlah satu buah saja, namun memiliki bentuk yang unik sehingga sangat menarik untuk berfoto disana. Setelah puas berfoto disana, anda dapat melanjutkan ke spot selanjutnya. Spot selanjutnya merupakan puncak dari tempat wisata Seribu Batu Songgo Langit, yaitu Bukit Songgo Langit itu sendiri. Berjarak sekitar 800 meter atau hampir 1 kilometer dari rumah Hobbit. Dalam perjalanan menuju Bukit Songgo Langit, anda akan menikmati hamparan ratusan pohon pinus yang tinggi. Dibeberapa titik dalam perjalanan juga telah disiapkan papan petunjuk menuju Bukit Songgo Langit dan beberapa tempat untuk beristirahat.

Gambar 2 Perjalanan menuju Bukit Songgo Langit

Sampai di puncak Songgo Langit anda akan disuguhkan pemandangan yang sangat indah. Anda akan merasa di puncak langit atau lantai duanya Jogja. Pemandangan yang terlihat dari atas Songgo Langit adalah hamparan sawah yang luas daan beberapa pemukiman warga. Di atas Songgo Langit ini juga terdapat beberapa spot foto yang menarik. Waktu terbaik dalam berkunjung ke Seribu Batu Songgo Langit adalah saat paagi hari atau sore hari. Pada kedua waktu ini anda tidak akan menemui terik matahari yang panas.

B. MUSEUM GEOPARSIAL

Gambar 3 Museum Geoparsial

Kami kemudian melanjutkan perjalanan menuju destinasi wisata yang kedua yaitu Museum Geoparsial yang berada di Depok,Parangtritis,Kretek,Bantul,Yogyakarta pada pukul 11.30 WIB. Pada pukul 12.00 WIB kami melaksanakan sholat zuhur, kemudian kami masuk ke Museum Geoparsial untuk melihat dan mempelajari bagaimana terjadinya gumuk pasir yang ada di Yogyakarta.
Museum geoparsial berawal dari perjalanan Parangtritis Geomaritime Science Park (PGSP) di mulai pada tahun 2002. Laboratorium Geospasial pesisir Parangtritis (LGPP) dan museum Gumuk pasir adalah embrio berdirinya PGSP. Laboratorium Geoparsial pesisir Parangtritis di revitalisasi menjadi Parangtritis Geomaritim Science Park. Mengingat :
1. Semakin pesatnya perkembangan teknologi
2. Sebagai realisasi dari program NAWACITA jokowi di tahun 2014 serta
3. Implementasi RPJMN 2015 – 2019.
Parangtritis Geomaritim Science Park (PGSP) di fasilitasi oleh kementrian risert, teknologi dan pendidikan tinggi (kemenristek dikti), dan pemerintah Daerah Istimewa Yogyajarta (DIY), di kelola bersama antara Badan Informasia Geopasial atau (BIG), Universitas Gajah Mada (UGM), pemerintah dan pemerintah Kabupaten Bantul. Peresmian PGSP di lakukan oleh menristekdikti, prof. H. Mohammad Nasir, Ph.D. Ak. Bersama dengan gubernur DIY, kepala BIG, Pj. Bupati bantul dan rector UGM pada tanggal 11 September 2015.

Gambar 4 Pintu masuk Museum Geoparsial

VISI MISI MUSEUM GEOPARSIAL
 VISI :
Parangtritis Geomariitim Science Park memiliki visi untuk menjadi center of excellent for Geospatial information Technologi, education, research dan inofation di bidang kepesisiran dan kelautan di Indonesia.
 MISI :
1. Mendorong pemanfaatan informasi geopasial untuk pengelolaan sumberdaya kemaritiman dan kepesisiran
2. Meningkatkan layanan dalam penyediaan informasi Geopasial Kemaritiman dan Kepesisiran
3. Sebagai pusat pengembangan aplikasi teknologi dan informasi Geospasial untuk kesejahteraan masyarakaat umum dan pesisir pada khususnya
4. Melakukan resert kolaboratif dan melakukan komersialisasi hasil resert kolaboratif untuk meningkatkan peran museum Gumuk Pasir sebagai sarana pembelajaran.
FASILITAS YANG ADA DI MUSEUM GEOPARSIAL
1. Kantor
2. Museum Gumuk Pasir
3. Ruang studio
4. Auditorium
5. Mess dan mushola
6. Ruang diklat

PROGRAM KERJA YANG BERADA DI MUSEUM GEOPARSIAL

1. Penelitian
Melakuakan kajian berbasis geospasial mengenai isu isu strategis yang berada pada kawasan kepesisiran dan kemaritiman yang ada di Bantil, DIY dan Indonesia
2. Diklat dan sertifikasi
Pelatihan, diklat dan sertifikasi dilakukan untuk meningkatkan kapasitas SDM di bidang informasi Geospasial.
3. Perikanan dan kelautan
Melakukan kajian, pendampingan dan sosialisasi penggunaan data dan informasi Geospasial terbaru pada sector perikanan dan kelautan
4. Pariwisata
Melakukan kajian, perencanaan, sertifikasi, serta event tahunan untuk menarik amino masyarakat agar mengunjungi DIY. Penguatan peran museum gumuk pasir di lakukan sebagai alternatif wisata minat khusus DIY.

5. Pertanian
Membantu kebutuhan uji laboratorium (tanah), sosialisasi,kajian dan pendampingan terhadap petani di wilayah kepesisiran.

6. Kebencanaan
Melakukan kajian strategis,mitigasi dan monitoring terhadap potensi bencana di wilayah kepesisiran.

Gambar 5 Foto bersama kelompok di Museum Geoparsial

Selesainya kami mengunjungi Museum Geoparsial, kami melanjutkan perjalanan ke rumah makan Numani.

C. MUSEUM SOEHARTO

Gambar 6 Foto bersama di Museum Soeharto

Pada pukul 14.30 WIB kami tiba di Museum Soeharto yang berada di Dusun ,Kemusuk ,Sedayu, Bantul, Yogyakarta.
Museum Soeharto adalah bangunan bersejarah berbentuk museum yang menyimpan memorial dan peninggalan Jenderal Besar TNI Soeharto yang diresmikan pada tahun 2013. Museum ini berdiri diatas tanah milik Soeharto yang terletak di Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
 Sejarah Museum Soeharto
Museum memorial Jenderal Besar Soeharto diresmikan pada 8 Juni 2013 oleh Probosutedjo, adik Soeharto bertepatan dengan hari lahir Soeharto, Museum ini dibangun atas lahan seluas 3.620 meter persegi, untuk mengenang jasa dan pengabdian Soeharto semasa hidupnya untuk bangsa Indonesia agar dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda. Koleksi yang tersimpan didalamnya antara lain benda kenangan milik Soeharto sejak berdinas di kemiliteran hingga saat menjabat sebagai presiden Republik Indonesia, termasuk berbagai prestasi yang pernah diraih semasa menjabat Presiden ke-2 Indonesia. Dibangun dan diresmikan oleh H. Probosutedjo (adik dari Soeharto) dan Siti Hardijanti Rukmana ( Mbak Tutut, putrid pertama Soeharto).

 Bagian Museum Soeharto
Memasuki museum ini terdapat patung Jenderal Besar H.M. Soeharto karya seniman Edhi Sunarso, bersebelahan dengan batu besar sebagai prasasti peresmian museum. Dalam pendopo memajang peranti multimedia berisikan gambar – gambar perjuangan Soeharto serta buku elektronik yang bersebelahan dengan patung setengah badan Soeharto.
Untuk melihat koleksi lengkap dari museum ini, pengunjung dapat memasuki ruang diorama yang dikemas dengan perpaduan tradisional dan modern. Memasuki ruangan ini, pengunjung akan disambut dengan instalasi roll film berisi dokumentasi visual gerak tentang perjuangan Soeharto. Selain itu juga terdapat diorama perjuangan ketika melakukan koordinasi dengan Panglima Besar Jenderal Sudirman pada Serangan Umum 1 Maret 1949. Di dalam diorama ini ada penggambaran ketika Soeharto diundang oleh FAO di Roma tahun 1985 untuk mendapatkan penghargaan dalam swasembada pangan.

D. JOGJA T-SHIRT

Gambar 7 Jogja T-shirt

Pada pukul 16.30 kami melanjutkan perjalan menuju ke Jogja-Tshirt. Di sana kami melihat cara pembuatan kaos secara langsung.
Jogja T-shirt (Jethe) merupakan pusat kaos oblong yang awalnya bertempat di daerah Ngabean, Yogyakarta dengan nama Omah Oblong. Jika kita memasuki bangunan yang berlantai dua ini, kita akan diarahkan ke lantai dua terlebih dahulu. Lalu menaiki tangga dari foyer, dilantai dua terdapat banyak ruangan yang jika diurut dari yang paling depan adalah kaos yang harganya paling murah. Dengan mengeluarkan uang senilai Rp 50.000 Anda bisa mendapatkan 3 buah kaos dan Rp 100.000 sebanyak 6 kaos dibagian kaos polyester.
Memasuki ruangan lebih dalam lagi, Anda akan mendapatkan kaos yang kualitasnya lebih bagus dengan harga satu kaos yang berbeda setiap ukurannya, semakin besra ukuran kaos maka semakin mahal harganya. Kaos di Jogja T-shirt sendiri bervariasi gambar dan tulisannya dari mulai gambar icon Jogja, seperti Tugu, batik, sepeda onthel bahkan gambar wayang pun ada. Setelah menelusuri ruangan dilantai atas, pengunjung dapat dapat turun melewati tangga yang berbeda yang berada dipojok lantai dua. Begitu turun dari tangga, dilantai bawah juga anda masih dapat melihat dan memilih kaos lagi dan keluar melalui pintu yang tembus dengan foyer dipintu masuk depan.
VISI DAN MISI JOGJA T-SHIRT
 Visi
Menjadi perusahaan T-SHIRT terbaik di Asia.
 Misi
Menciptakan berbagai macam kaos JOGJA T-SHIRT yang berkualitas.
SISTEM PENYIMPANAN DAN PENGELUARAN BAHAN BAKU DAN BAHAN JADI
 Sistem penyimpanan bahan baku di lakukan dengan terlebih dahulu. Pengeluaran bahan baku diproses menjadi kaos T-shirt atau bahan jadi lalu disimpan di dalam gudang, sebelum penyimpanan dilakukan, terlebih dahulu di kontrol kualitas kaos T-shirt biar layak untuk di jual, dan dapat memenuhi kebutuhan konsumen.
MASA PEMASARAN
 Dalam sistem pemasaran ini produk yang di hasilkan JOGJA T-SHIRT di khususkan untuk seuruh masyarakat Indonesia, terutama Yogyakarta. Sedangkan sistem pemasaran yang digunakan adalah sistem pemasaran langsung. Sistem pemasaran langsung JOGJA T-SHIRT mendisplay untuk berjualan langsung, berjualaan kaos yang terbesar di beberapa lokasi – lokasi strategis di Jogja, terutama di Showroom JOGJA T-SHIRT. JOGJA T-SHIRT juga melayani segala bentuk pemesanan baik di Jogja maupun luar Jogja.
Jogja T-shirt biasanya dikunjungi oleh rombongan wisatawan lokal maupun mancanegara. Wisatawan lokal yang datang banyak dari daerah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Bali. Biasanya, mereka datang dalam rangkaian kegiatan study tour sekolah. Wisatawan mancanegara pun tidak kalah banyaknya, seperti dari Singapura dan Malaysia.
Pada pukul 18.00 WIB kami meninggalkan J- Tshirt menuju pusat oleh – oleh yang berada di Kalasan, Yogyakrta. Di samping kami membeli oleh – oleh kami kami melaksanakan ibadah sholat isya di masjid dekat pusat oleh – oleh tersebut.. pada pukul 20.00 WIB kami menuju ke restoran yang berada di Kalasan. Selesainya makan kami melanjutkan perjalanan pulang menuju ke SMA N 1 KARANGDOWO.

BAB III
PENUTUP

Sebagai penutup dalam penulisan Karya Tulis ini, penulis akan menyajikan kesimpulan yang berhubungan dengan hasil analisis yang telah dibahas dalam bab – bab sebelumnya. Kemudian dari kesimpulan tersebut, penulis akan memberikan saran yang berhubungan dengan masalah diatas.
A. Kesimpulan
Maka dapat disimpulkan bahwa tempat – tempat pariwisata yang ada di Jogja itu sangat banyak, dan kita harus senantiasa menjaga serta merawatnya agar tetap asri seperti aslinya. Agar menarik para wisatawan domestic maupun mancanegara untuk berlibur ke Jogja.
Selain itu, Kota Jogja yang menawan itu tidak harus kita tambahkan dengan budaya – budaya barat yang kita rasa itu sangat bagus atau trend. Tetapi justru itu salah, kita harus tetap menjaga budaya asli Jogja itu sendiri agar mempunyai keaslian yang pas dimata dunia.
Jogja merupakan salah satu kota favorit para wisatawan domestic maupun mancanegara untuk berlibur dan menghabiskan sisa waktu istirahatnya ditempat – tempat wisata yang ada d Jogja. Walaupun banyak cerita – cerita mistis yang beredar di masyarakat luas, para wisatawan tetap antusias menikmati tempat – tempat pariwisata yang ada di Jogja.
B. Saran dan Kritik
1. Mempromosikan objek wisata yag ada di Jogja terutama Seribu Batu Songgo Langit, Museum Geoparsial, Moseum Soeharto, J- Tshirt. Agar lebih banyak lagi wisatawan mancanegara datang ke Indonesia dan dapat menambah devisa negara.
2. Pengunjung objek wisata harus menjaga kebersihan objek wisata tersebut dan tidak merusaknya.
3. Kita harus tetap menjaga kebudayaan di kota Jogjakarta. Agar tidak pudar di masa yang akan datang.
4. Mempertahankan adat istiadat yang terdapat di Jogjakarta.
5. Saling toleransi terhadap antar umat yang berbeda agama dan budaya atau adat istiadat.

DAFTAR PUSTAKA

https://www.alodiatour.com/seribu-batu-songgo-langit/&hl=id-ID
https://m.brilio.net/jalan-jalan/seribu-batu-songgo-langit-destinasi-paling-hits-kekinian-di-jogja-181204r.html
https://pgsp.big.go.id
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Museum_Soeharto
http://lutfiaoliulkhakim.blogspot.com/2016/04/laporan-kunjungan-industri-jogja-t-shirt.html?m=1
https://koranyogya.com/jogja-t-shirt-in-art-we-trust/&hl=id-ID
https://placesmap.net/ID/Jogja-T-Shirt-JeThe-44596614/